Minggu, 04 Mei 2025

Diskusi dan Layar: "Aberration" Jadi Laboratorium Kreatif Sineas Muda

24 April 2025 - ABERRATION Short Films Program yang berlangsung pada 24 April 2025 di British Council Indonesia menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang berbagi pengalaman kreatif bagi para pembuat film pendek dari berbagai latar belakang. Bertempat di lantai 9 Office 8 Building, SCBD, program ini berlangsung dari pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, menghadirkan rangkaian pemutaran film yang dikurasi secara selektif dan diskusi mendalam bersama para pembuatnya. Acara ini menjadi bagian dari kampanye global Five Films for Freedom yang diinisiasi oleh British Council, dan didukung secara resmi oleh WatchmenID dan Popsicle sebagai mitra penayangan.


   (Dok. Tangkapan Layar) Instagram.com/idbritisharts

Aberration bukan hanya sekadar pemutaran film pendek, melainkan juga menjadi platform berbagi perspektif, pengalaman, dan strategi berkarya di industri kreatif masa kini. Moderator Runi Arumndari memandu sesi diskusi dengan hangat, menghadirkan para sineas seperti Oktania Hamdani, Winner Wijaya, dan Bintang Lestada sebagai pembicara. Ketiganya berbagi pengalaman mereka dalam proses penciptaan film, menjelaskan bagaimana ide-ide pribadi dan identitas diri menjadi fondasi kuat dalam membentuk karya yang otentik.

Beberapa film yang diputar malam itu menampilkan narasi kuat dan bentuk visual yang beragam. Dragfox karya Lisa Ott mengeksplorasi gender dan ekspresi diri melalui lensa sinematik yang berani. Film ini menyoroti pentingnya representasi dan ruang aman dalam berkarya, sekaligus menjadi contoh bagaimana sineas bisa memperkuat personal branding melalui tema yang mereka perjuangkan. Sementara itu, We’ll Go Down in History karya Charlie Tidmas dan Cameron Richards membawa penonton ke dalam dinamika historis dan refleksi sosial yang mendalam. Gaya penceritaannya yang khas menekankan bahwa identitas seorang filmmaker dapat terbangun lewat pemilihan topik yang konsisten dan orisinal.

Dalam konteks lokal, Makassar is a City for Football Fans karya Khozy Rizal menjadi sorotan. Film ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga menggambarkan ruang sosial di tengah kota dan bagaimana komunitas membentuk kebersamaan. Khozy Rizal, melalui film ini, memperlihatkan bagaimana sineas bisa membangun brand yang kuat dengan menampilkan akar budaya lokal yang dekat dengan penonton. Penggunaan elemen lokal tidak hanya memperkuat keaslian cerita, tetapi juga membantu pembuat film membedakan diri di kancah nasional maupun internasional.

Film NGGAK!!! yang disutradarai oleh Oktania Hamdani dan Winner Wijaya menghadirkan pendekatan yang segar terhadap tema relasi, tekanan sosial, dan kebebasan berekspresi. Dalam sesi diskusi, keduanya menekankan pentingnya keberanian dalam menyuarakan keresahan pribadi melalui film, sekaligus membuka ruang dialog dengan penonton. Bagi mereka, membangun personal branding bukanlah soal pencitraan, melainkan konsistensi menyampaikan gagasan yang diyakini lewat medium yang dikuasai. Film menjadi ekspresi jujur atas pengalaman hidup yang dikemas dengan pendekatan visual yang khas.

Natania Marcella dengan filmnya IYKYK (If You Know, You Know) turut menambah warna dalam jajaran film yang diputar. Film ini bermain dengan nuansa misterius dan interpretasi subjektif, menunjukkan bahwa pendekatan visual yang tidak selalu gamblang justru bisa membangun karakter seorang pembuat film. Natania membuktikan bahwa personal branding bisa dibentuk melalui gaya sinema yang spesifik, serta keberanian untuk tidak mengikuti arus mainstream.

Diskusi seusai pemutaran membuka ruang refleksi tidak hanya soal proses produksi, tapi juga bagaimana sineas muda dapat menavigasi dunia film pendek di era digital. Bintang Lestada menekankan pentingnya keterhubungan dengan komunitas film, baik secara lokal maupun internasional, sebagai cara untuk terus bertumbuh dan mendapatkan tempat di tengah persaingan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya keterbukaan terhadap kolaborasi, karena ide-ide besar seringkali lahir dari pertukaran perspektif.

(Dok. Tangkapan Layar) x.com/Infoscreening 

Sementara itu, Winner Wijaya berbagi bahwa keterlibatannya dalam proyek-proyek film pendek membuka banyak peluang kerja dan pengakuan, namun yang paling berharga adalah proses belajar yang terus menerus. Ia menyarankan agar sineas muda tidak takut untuk menggabungkan pengalaman pribadi ke dalam karya mereka. Menurutnya, personal branding yang kuat justru tumbuh dari ketulusan dan keberanian menyampaikan hal-hal yang dekat dengan diri sendiri.

Oktania Hamdani, yang juga dikenal aktif dalam gerakan film independen, menyampaikan bahwa berkarya dalam film pendek memberi ruang eksperimen yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam pesan yang disampaikan, serta pemahaman tentang siapa target audiensnya. Personal branding, menurutnya, bukan hanya tentang visual yang menarik, tetapi juga tentang posisi sineas dalam wacana sosial dan budaya yang mereka suarakan.

Aberration menjadi bukti bahwa ruang-ruang pemutaran alternatif yang gratis dan inklusif tetap relevan dan dibutuhkan. Selain memperkenalkan karya-karya bermutu, acara ini juga menjadi pengingat bahwa film pendek bisa menjadi alat komunikasi yang kuat sekaligus kendaraan untuk membangun identitas kreatif. Kursi memang terbatas, namun antusiasme yang hadir membuktikan bahwa inisiatif seperti ini punya tempat tersendiri di hati para penikmat film dan pembuatnya.

Melalui pendekatan kurasi yang sadar isu dan diskusi yang membumi, program Aberration mengajarkan bahwa personal branding dalam dunia film tidak dibangun dalam semalam. Ia terbentuk dari keberanian untuk bercerita, konsistensi dalam karya, serta keterlibatan aktif dalam komunitas kreatif. British Council Indonesia, bersama para mitra, berhasil menciptakan momentum yang penting bagi regenerasi sineas dan pertumbuhan ekosistem film pendek yang lebih beragam dan reflektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Festival Sinema Australia-Indonesia 2025: Merayakan Satu Dekade Kolaborasi Sinematik

May 2025 - Festival Sinema Australia-Indonesia (FSAI) 2025 resmi dimulai pada 16 Mei dan akan berlangsung hingga 14 Juni mendatang. Memasuki...