Sabtu, 19 April 2025

Menjembatani Budaya Lewat Kamera: Minikino Antar Talenta Lokal ke Kancah Global

12 Maret 2025 - Minikino kembali membawa kabar menggembirakan bagi dunia film pendek Indonesia. Dalam program terbaru bertajuk Bali-Glasgow Filmmaker and Programme Exchange 2025, seorang pembuat film asal Semarang, Haris Yuliyanto, terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk menjalani residensi dan presentasi karya di Skotlandia. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Minikino dan Glasgow Short Film Festival (GSFF), yang secara khusus didukung oleh skema hibah Connections Through Culture (CTC) dari British Council.

Still Film Pelabuhan Berkabut Sumber X (@ImfoScreening)

Inisiatif ini bertujuan mempererat jalinan antara komunitas film pendek di Indonesia dan Skotlandia melalui pertukaran budaya dan residensi lintas negara. Fokusnya bukan hanya pada pembuatan film sebagai bentuk ekspresi seni, melainkan juga bagaimana film bisa menjadi medium untuk mengangkat isu-isu penting seperti keberlanjutan lingkungan, perubahan sosial, serta pemberdayaan komunitas. Lewat kerja sama yang erat antara Minikino dan GSFF, program ini membuka ruang diskusi dan kolaborasi jangka panjang yang menyentuh aspek sosial dan artistik secara bersamaan.

Nama Haris Yuliyanto tentu bukan asing di kalangan komunitas film pendek nasional. Sebagai pembuat film sekaligus staf pengajar di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Haris telah memperlihatkan dedikasi dan sensitivitas artistik dalam karya-karyanya. Ia terpilih setelah melewati proses seleksi yang cukup ketat, yang terdiri dari pengajuan portofolio, keterlibatan dalam webinar pengantar program, hingga wawancara mendalam yang menilai kesiapan serta kesesuaian visi calon peserta dengan nilai-nilai program.

Selama menjalani residensi di Skotlandia, Haris akan tinggal dan berkarya di Cove Park—sebuah lokasi yang sudah lama dikenal sebagai tempat pengembangan seni multidisipliner di kawasan pesisir barat Skotlandia. Lingkungan alam yang asri dan tenang di Cove Park diyakini akan menjadi tempat ideal bagi Haris untuk bereksplorasi dan menumbuhkan gagasan-gagasan segar. Dalam masa residensinya, ia akan terlibat dalam serangkaian aktivitas termasuk lokakarya, kunjungan komunitas, diskusi tematik, serta sesi berbagi pengalaman bersama seniman dan pembuat film lokal.

Tak hanya berkarya, Haris juga akan mewakili Indonesia dalam Glasgow Short Film Festival edisi ke-18. Karyanya akan ditampilkan dalam program khusus yang dirancang untuk memperkenalkan kekayaan perspektif dari dunia film pendek Indonesia. Melalui penayangan tersebut, penonton di Eropa akan mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan dan memahami konteks sosial serta estetika unik yang menjadi ciri khas film pendek dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Sebagai bagian dari pertukaran dua arah, program ini pun akan dilanjutkan dengan kedatangan pembuat film asal Skotlandia ke Bali. Pada bulan September 2025 mendatang, Minikino Film Week akan menjadi tuan rumah untuk mereka. Di sinilah giliran publik Indonesia mendapat kesempatan untuk melihat karya-karya pendek Skotlandia sekaligus mengikuti sesi diskusi bersama para pembuatnya. Pertemuan lintas budaya ini diyakini bisa menjadi titik awal kerja sama kreatif yang lebih luas antara dua negara yang punya sejarah sinema berbeda, namun semangat yang sama dalam merayakan keberagaman cerita dan gaya bercerita.

Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata dari misi Minikino untuk terus memperluas jaringan dan akses internasional bagi pembuat film pendek Indonesia. Tak hanya sebagai platform penayangan, Minikino selama ini juga aktif menginisiasi kegiatan edukatif dan interkultural. Melalui skema seperti Bali-Glasgow Filmmaker and Programme Exchange ini, Minikino menegaskan posisinya sebagai jembatan yang menjembatani pelaku film lokal dengan panggung global.

Dukungan dari British Council melalui program Connections Through Culture menjadi fondasi penting keberlangsungan program ini. Skema ini dirancang untuk memperkuat kerja sama lintas negara di bidang seni dan budaya, dan telah membantu berbagai proyek kreatif dari Asia Tenggara bertemu dengan rekan sejawat mereka di Inggris dan sekitarnya. Dengan adanya program ini, pembuat film seperti Haris tidak hanya memperoleh kesempatan berkarya di lingkungan baru, tetapi juga memperluas jejaring dan potensi kolaborasi masa depan.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa film pendek Indonesia terus bergerak maju dan mendapat tempat di panggung dunia. Keberangkatan Haris Yuliyanto bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kemenangan komunitas kreatif Indonesia yang selama ini bekerja dalam senyap namun menghasilkan karya-karya penuh makna. Kisah sukses ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para pembuat film muda lainnya untuk terus berkarya, berjejaring, dan berani mengusung tema-tema besar dengan sudut pandang lokal.

Dengan kolaborasi seperti ini, dunia sinema pendek semakin terlihat sebagai ruang yang cair, terbuka, dan penuh kemungkinan. Program Bali-Glasgow Filmmaker and Programme Exchange bukan sekadar pertukaran film, melainkan laboratorium ide dan pengalaman yang bisa melahirkan praktik-praktik baru dalam sinema, baik secara artistik maupun sosial. Dan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, sinema pendek Indonesia hadir sebagai suara yang jujur, kritis, dan relevan—dengan Haris Yuliyanto sebagai salah satu pengusungnya.

Program Bali–Glasgow Filmmaker and Programme Exchange 2025 ini juga membuka kemungkinan kerja sama jangka panjang antara komunitas film Indonesia dan Skotlandia. Tidak hanya sebatas pertukaran ide dan pengalaman, program ini mendorong terciptanya kolaborasi produksi lintas negara, yang memungkinkan kisah-kisah lokal dari Indonesia mendapatkan platform internasional. Minikino berharap, inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak sineas muda Indonesia untuk aktif menjalin relasi global dan mengeksplorasi kekuatan film sebagai alat diplomasi budaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Festival Sinema Australia-Indonesia 2025: Merayakan Satu Dekade Kolaborasi Sinematik

May 2025 - Festival Sinema Australia-Indonesia (FSAI) 2025 resmi dimulai pada 16 Mei dan akan berlangsung hingga 14 Juni mendatang. Memasuki...