Film PANGKU (x.com/moviegoersID)
5 April 2025 - Nama Reza Rahadian sudah lama melekat kuat dalam dunia perfilman Indonesia sebagai aktor papan atas dengan segudang prestasi. Namun kini, ia menapaki jejak baru dalam karier sinematiknya sebagai sutradara. Film debut penyutradaraannya yang berjudul PANGKU (ON YOUR LAP) mulai menuai perhatian tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di panggung internasional. Dua pencapaian besar menandai langkah awal film ini: terpilih dalam program Far East in Progress di bawah payung Focus Asia 2025, serta termasuk dalam lima proyek yang memenangkan HAF Goes to Cannes Program untuk dipresentasikan di Festival Film Cannes 2025.
PANGKU akan dipresentasikan dalam program Far East in Progress, sebuah bagian penting dari Focus Asia yang digelar bersamaan dengan Far East Film Festival di Udine, Italia. Ajang ini merupakan salah satu platform paling bergengsi di Eropa untuk film-film Asia yang sedang dalam tahap pascaproduksi. Kehadiran PANGKU di program ini memberi sinyal kuat bahwa film tersebut dinilai memiliki potensi tinggi, baik secara artistik maupun komersial, oleh para pengamat dan pelaku industri film internasional.
Tak hanya berhenti di Italia, PANGKU juga menorehkan prestasi lain yang tak kalah membanggakan. Film ini menjadi salah satu dari lima proyek yang berhasil memenangkan program HAF Goes to Cannes, sebuah inisiatif dari Hong Kong-Asia Film Financing Forum (HAF) yang memberi kesempatan bagi proyek-proyek terpilih untuk tampil dalam rangkaian Festival Film Cannes 2025. Program ini membuka pintu lebar bagi para sineas Asia untuk mempresentasikan karya mereka kepada distributor, produser, dan pemangku kepentingan industri perfilman global.
Bagi Reza Rahadian, ini adalah awal perjalanan baru yang sangat berarti. Dikenal sebagai aktor dengan kemampuan akting yang luar biasa dalam film-film seperti Habibie & Ainun, Perempuan Berkalung Sorban, dan Critical Eleven, kini Reza membuktikan bahwa ketajaman sinematiknya tak hanya berhenti di depan kamera. Dengan duduk di kursi sutradara, ia mengambil langkah penuh tantangan namun menjanjikan. Keberhasilan PANGKU menembus dua platform internasional prestisius sekaligus, menjadi validasi akan visi artistik dan narasi kuat yang diusung film ini.
Meski detail cerita PANGKU belum diungkap secara menyeluruh ke publik, namun keikutsertaan film ini dalam program-program kurasi ketat di Eropa dan Asia menandakan bahwa film ini mengangkat tema yang relevan dan menarik secara global. Judul internasionalnya, ON YOUR LAP, mengisyaratkan kedekatan emosional dan relasi yang intim, yang mungkin menjadi inti dari cerita yang ditawarkan. Kualitas narasi dan kekuatan visual yang ditampilkan dalam cuplikan dan pengantar film kemungkinan besar menjadi magnet utama yang membuatnya terpilih oleh berbagai panel kurator.
Program Focus Asia sendiri dikenal sebagai ruang bertemunya sineas Asia dan Eropa, memberikan peluang kolaborasi dan distribusi lintas benua. Sementara HAF Goes to Cannes menjadi jembatan penting untuk memperkenalkan karya Asia di ajang film paling prestisius di dunia. Kehadiran PANGKU di kedua tempat ini menjadi momen penting yang mengangkat profil film Indonesia ke panggung dunia. Ini juga membuktikan bahwa Indonesia memiliki talenta baru dalam dunia penyutradaraan yang layak diperhitungkan.
Awards Presentation Ceremony (x.com/moviegoersID)
Yang menarik, langkah Reza ini sejalan dengan tren yang tengah berkembang di dunia perfilman global, di mana aktor-aktor ternama mulai mengeksplorasi sisi lain dari sinema lewat penyutradaraan. Langkah semacam ini memberi nafas segar dan perspektif baru dalam penceritaan film. Dengan latar belakangnya sebagai aktor, Reza memiliki kepekaan terhadap emosi dan dinamika karakter yang sangat dibutuhkan dalam penyutradaraan. Hal ini tentu menjadi kekuatan tersendiri bagi PANGKU, menjadikannya film yang ditunggu-tunggu oleh publik dan kritikus.
Keberhasilan PANGKU juga menjadi inspirasi bagi sineas muda dan insan perfilman Indonesia lainnya untuk berani melangkah keluar dari batas konvensional. Ini menunjukkan bahwa film Indonesia memiliki daya saing tinggi dan mampu berbicara dalam bahasa sinema global tanpa kehilangan identitas lokalnya. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak film Indonesia yang mendapat pengakuan di festival internasional, dan PANGKU menjadi salah satu contoh terkini dari pencapaian tersebut.
Dengan dua pencapaian awal yang mengesankan ini, harapan pun tumbuh bahwa PANGKU akan melanjutkan perjalanannya dengan sukses saat diputar di berbagai festival dan mungkin juga ditayangkan secara luas. Lebih dari sekadar film debut, PANGKU menjadi simbol dari kebangkitan dan diversifikasi sinema Indonesia yang semakin percaya diri menapaki panggung dunia.
Reza Rahadian kini tidak hanya dikenal sebagai wajah dari sinema Indonesia, tetapi juga sebagai salah satu sosok yang mendorong batas-batas kreatif lewat keberanian menyutradarai film panjang pertamanya. Perjalanan PANGKU baru dimulai, dan sejauh ini langkah awalnya sudah sangat menjanjikan. Dunia pun menanti kisah apa yang akan disampaikan Reza melalui PANGKU, sebuah karya yang telah berhasil menempatkan dirinya di antara deretan film yang patut diperhitungkan di kancah internasional.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar